Dilema Menjadi Laki-Laki dalam Lagu Kisah Laki-Laki

Ardelia Karisa

Sebenarnya siapa laki-laki itu? Apa yang mendefinisikannya sebagai laki-laki?

Beberapa gambaran muncul dalam benak ketika melihat pertanyaan ini. Ciri fisik yang langsung diidentikan adalah seseorang yang berperawakan tinggi, tegap, kekar, berambut pendek. Dalam bersikap seseorang yang akan dianggap laki-laki biasanya sosok yang berani, tidak takut mengambil risiko, dan bertanggung jawab.

Setiap lelaki kecil diwarisi langit

Cerita tentang menjadi manusia perkasa

Anak lelaki tak boleh terlihat menangis

Anak lelaki tak boleh terlihat lemah

Lirik lagu Kisah Laki-Laki secara gamblang menyertakan ciri-ciri tersebut dalam bait pertamanya. Menjadi lelaki berarti tidak boleh menangis dan lemah, karena begitu warisan yang mereka miliki. Menjadi perkasa. Yang secara harfiah dapat diartikan sebagai sosok yang kuat dan tangguh serta berani.

Ini kisah laki-laki

Bermula dari laki-laki

Berkisah untuk laki-laki

Kisah harga diri para pemberani

Otot kawat tulang besi

Jiwa tegar para pemberani

Setiap lelaki harus jadi pemimpin

Dipacu mimpi tentang bahagia di dunia

Lelaki itu harus jadi kaya dan juara

Tak peduli apa dan bagaimana caranya

Repetisi kata pemberani memperlihatkan jika sifat ini menjadi sebuah atribut yang sangat penting untuk dimiliki bagi setiap individu yang merasa atau dipandang sebagai laki-laki. Melihat bagaimana agungnya laki-laki yang mempunyai fisik kuat, berani dan segala keperkasaannya, menjadi pemimpin dan mapan secara ekonomi seperti sudah menjadi tanggung jawab yang mengikuti kodratnya itu.

Namun, yang menarik ada lirik yang dinyanyikan oleh penyanyi latar sebelum masuk dalam bagian tersebut:

Menjadi lelaki lebih sulit daripada menjadi manusia

Lalu di akhir, kesulitan menjadi laki-laki itu pun membuahkan konsekuensi yang dijabarakan dengan jelas pada akhir lagu:

Kasihan lelaki ngggak bisa jadi dirinya sendiri

Aduhai dirimu tersiksa jaga gengsi sebagai lelaki

Akhirnya lelaki merasa putus asa

Diarak tetangga ke rumah sakit jiwa

Akhirnya lelaki merasa putus asa

Diarak tetangga ke rumah sakit jiwa

Kasihan lelaki nggak bisa jadi dirinya sendiri

Aduhai dirimu tersiksa jaga gengsi sebagai lelaki

Kasihan!

Secara biologis mengkategorikan laki-laki sebagai pemilik alat kelamin tertentu memang tidak dapat diubah. Namun, yang membedakan peran, fungsi, dan tanggung jawab antara parempuan dan laki-laki adalah sebuah konstruksi sosial yang dapat berubah sesuai perkembang jaman. Alat kelamin atau seks dan gender merupakan dua konsep yang berbeda. Perbedaan seks merupakan perbedaan yang mengacu pada dimensi biologis, sedangkan gender merujuk pada karakterisitik dan ciri sosial yang tidak hanya berdasar pada ciri biologis saja, tapi juga pada interpretasi sosial dan kultural tentang apa artinya menjadi laki-laki atau perempuan (Rahmawati, 2004: 19). Sehingga, sudut pandang bahwa laki-laki merupakan yang lebih kuat daripada perempuan dan memiliki tanggung jawab yang disebutkan tadi adalah konsensus yang kental dengan corak kekerabatan patriarkis yang menempatkan laki-laki sebagai pemegang kekuasaan utama.

Ketidaksetaraan pembagian tanggung jawab yang terjadi hingga saat ini membuat laki-laki memikul beban berat untuk harus menjadi lebih dari perempuan. Banyaknya tuntutan ini juga jelas mempengaruhi kondisi mental laki-laki. Berdasar hasil studi Rifka Annisa yang dibukukan dengan judul Dadi Wong Lanang, depresi pada laki-laki lebih sulit dikenali, namun seringkali saat mengenalinya, sudah terlambat. Data menunjukkan jika empat dari lima pelaku bunuh diri akibat depresi adalah pria.

Dari data yang sama juga ditemukan bahwa adanya perbedaan yang mencolok antara laki-laki dan perempuan ini mengarah pada kekerasan. Faktor-faktor yang sudah terinternalisasi adalah konsep bahwa perempuan berada di bawah laki-laki yang berimplikasi pada kepercayaan jika laki-laki harus lebih baik dan harus lebih di depan. Konsep jika harga dirinya akan jatuh jika posisinya di bawah perempuan juga turut berperan, khususnya dalam faktor ekonomi. Laki-laki sebagai tulang punggung keluarga akan merasa harga dirinya terganggu ketika penghasilannya lebih rendah daripada perempuan.

Pembagian tanggung jawab yang timpang terbukti tidak hanya merugikan perempuan saja. Dengan segala atribut keperkasaan yang selama ini diharuskan kepadanya, laki-laki tidak dapat hidup sebagai dirinya sendiri. Ia memikul banyak beban ekspektasi yang dialamatkan oleh masyarakat, keluarga, bahkan dirinya sendiri untuk menjadi laki-laki sejati. Padahal definisi laki-laki sejati tak selamanya terpenjara pada kegagahan fisik dan peran heroik yang selalu disematkan pada mereka. Seperti dikutip dari Ramses Surobuldog, pencipta lagu Kisah Laki-Laki, 

“Lirik lagu kisah laki-laki adalah pertanyaan besar saya tentang bagaimana seharusnya menjadi laki-laki. Berbagai peristiwa sejak saya kecil banyak melahirkan sikap-sikap apa yg perlu dikembangkan untuk menjadi bagian dari kehidupan sosial, terutama sebagai laki-laki. Laki-laki harus kuat, memimpin, berani, bertanggungjawab, dan menghasilkan nafkah bagi keluarga. Apakah nilai-nilai yg selama ini disyaratkan untuk menjadi laki-laki itu bisa melengkapi saya untuk jadi manusia?”

 

Lagu Joni Jagoan, Kisah Jagoan Boongan

Oleh: Ardelia Karisa

Judul lagu Joni Jagoan sekilas tampak akan bercerita tentang kisah yang heroik. Namun, pada bait pertama lirik lagu yang diciptakan dan diaransemen oleh Chito dan Nino ini pendengar disuguhkan dengan kisah pilu tentang Joni yang memukuli pacarnya hingga hampir mati.

 

Hei Joni…

Apa salah Dewi

Slalu kau pukuli

Hingga hampir mati

 

Hei Joni…

Apa salah Susi

Slalu kau sakiti

Hingga hampir bunuh diri

 

Hei Joni…

Kamu masih pacaran

Bagaimana nanti Joni, setelah pernikahan

 

Pada bait kedua, kekerasan yang dilakukan Joni membuat pacarnya itu hampir bunuh diri. Walaupun tidak ada indikasi jika kekerasan yang dilakukan adalah kekerasan fisik, terbukti jika itu pun berpengaruh buruk dan menimbulkan luka yang efeknya tetap menyakitkan dan bisa berakibat sangat fatal.

Walaupun masih berstatus pacaran, Joni sudah berani menunjukkan agresinya pada pasangan yang seharusnya diperlakukan dengan penuh cinta kasih. Pertanyaan pun muncul berdasarkan tabiatnya ini. Jika sebagai pacar yang belum dinyatakan sah secara hukum dan agama saja ia sudah berlaku semena-mena, bagaimana jika Joni sampai menikah? Ketika perasaan memiliki semakin tinggi dengan status pernikahan, bagaimana ia akan memperlakukan istrinya kelak?

 

Hei Joni…

Hentikan kekerasan

Hentikan penindasan

Pada pasangan

 

Si Joni, akhirnya masuk bui

Ditangkap polisi

Tinggal sesal di hati

 

Joni jagoan oh Joni jagoan

Joni jagoan, jagoan boongan

Joni jagoan oh Joni jagoan

Joni jagoan, jagoan boongan

 

Apa yang dilakukan Joni dalam lagu ini adalah hal yang mungkin sering terjadi di kehidupan sekitar tapi keberadaannya tidak disadari. Berdasarkan Catatan Tahunan 2019 Komnas Perempuan, kekerasan dalam pacaran atau disingkat KDP menduduki peringkat kedua dengan jumlah kasus terbanyak setelah kekerasan terhadap istri, yaitu 2073 kasus. Dalam catatan itu pun juga muncul fakta jika pacar dengan 1670 kasus berada di peringkat paling atas dalam kategori pelaku kekerasan seksual yang menimpa perempuan. Kedua data ini berbanding lurus dengan dengan catatan kasus yang ditangani oleh Rifka Annisa per Januari hingga Agustus 2019. Ada 32 kasus KDP atau dating violence yang lagi-lagi menduduki peringkat kedua sebagai kasus yang paling banyak terjadi. 

Akibat yang ditimbulkan pada pasangan dari kekerasan ini seperti yang ada dalam lagu, dapat berupa dampak fisik maupun psikis. Umumnya, bentuk dan jenis kekerasan dalam pacaran hampir sama seperti yang terjadi dalam kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Namun, ada beberapa fenomena khas yang terjadi dalam KDP. Salah satunya, jika kekerasan tersebut berupa kekerasan seksual yang berujung pada kehamilan, biasanya pelaku mengingkari janji untuk menikahi, memaksakan pasangan melakukan aborsi, dan tidak bertanggung jawab terhadap kehamilan tersebut.

Kata jagoan yang tersemat di judul lagu dan repetisinya dalam lirik menjadi kata kunci faktor yang menyebabkan kekerasan ini sangat dipengaruhi oleh makna yang terkandung dalam kata tersebut. Secara harfiah, jagoan dapat diartikan menjadi orang yang suka berkelahi. Hal ini merefleksikan konsep menjadi laki-laki yang terbangun di masyarakat hingga saat ini kuat relasinya dengan kekerasan. Seorang laki-laki harus dominan, garang, dan berani berkelahi agar maskulinitasnya dianggap. Anggapan menjadi laki-laki sejati dapat diukur dari kekuasaan, sehingga dalam sebuah hubungan laki-laki harus menjadi yang terbaik dibandingkan dengan perempuan pun makin memperburuknya. Hal ini membuat laki-laki merasa lebih tinggi derajatnya. Dengan justifikasi itu, laki-laki seperti memperoleh kemudahan untuk melakukan kekerasan perempuan.

Untuk mencegah terjadinya kekerasan pada perempuan yang berbasis gender, konsep menjadi laki-laki sejati yang kental nuansanya dengan kekerasan harus dikritisi. Pemahaman tentang konstruksi peran laki-laki dan perempuan berdasarkan budaya patriarki dan mengapa itu tak hanya merugikan perempuan, tapi juga laki-laki harus diberikan sejak dini. Tak kalah penting, pemahaman jika segala bentuk kekerasan yang dilakukan pasangan tidak ada korelasinya dengan perhatian, sayang, lebih-lebih cinta harus benar-benar ditanamkan agar tidak ada lagi pemakluman.

Energi Positif Dalam Lagu “Putri Mencari”

Sebagian kalangan mungkin menganggap masa remaja itu adalah masa yang indah, tetapi tidak selalu mudah untuk dijalani. Setidaknya hal inilah yang digambarkan oleh Hall (dalam Santrock, 2013) ketika ia menyebut periode remaja sebagai periode “storm and stress”, yang merefleksikan konflik internal dan suasana hati yang berubah-ubah. Well, siapakah yang tidak akan mengalami konflik di masa-masa transisi? Konflik ini lah juga yang dialami oleh Putri yang diceritakan dalam lagu ini.

Masa remaja merupakan masa transisi dari kanak-kanak menuju dewasa. Pada masa ini, lingkungan sosialnya yang ketika kanak-kanak hanya terbatas di keluarga dan lingkungan sekitar rumah, menjadi semakin meluas dan melibatkan teman-teman sebaya. Seiring berkembangnya kapasitas kognitif dan sosialnya, remaja pun mulai mengembangkan nilai-nilai dirinya. Ia mulai melihat ke kiri, kanan, atas, bawah, ke segala penjuru dan mempelajari mana saja yang pantas atau tidak, mana saja yang diterima atau dicerca. Putri pun demikian adanya, sehingga lagu ini saya beri judul “Putri Mencari”.

Sampai pada titik ini, orang mulai melihat bahwa masa remaja merupakan masa pencarian jati diri. Ia mulai mengenali seperti apa dirinya, mau menjadi apa, apa yang dia inginkan dalam hidup ini, apakah dia cukup baik untuk diterima oleh lingkungan atau kah dia terlalu aneh sehingga ditolak. Peran orangtua tetap penting bagi mereka, namun teman sebaya juga tak kalah pentingnya. Hal ini tergambar di dalam lirik lagu, contoh saja pada bait “terasa resah di jiwamu saat kau dengar kata: tak patut begini harusnya begitu.”

Masa krisis terjadi ketika nilai-nilai yang dipegang oleh remaja mengalami benturan dengan orangtua dan/ atau kelompok sebaya. Penolakan yang dialami oleh remaja dapat menimbulkan stres bahkan memicu gangguan jiwa seperti depresi atau kecemasan. Remaja yang berada dalam masalah berat ini tergambar pada bait “Hei Putri, lihatlah dirimu. Muram dan layu menapaki dunia kelabu.”

Lalu, mengapa hanya putri? Karena dalam opini saya, saat ini perempuan yang lebih rentan menerima penilaian negatif terutama ketika pilihan hidupnya tidak populer untuk dijalani oleh seorang perempuan. Apalagi remaja putri, yang kadang (atau sering?) dianggap cuma perempuan, masih hijau, belum tahu apa-apa, jadi tidak perlu macam-macam. Padahal saya pun melihat bahwa jika mereka diberi ruang dan kesempatan untuk mengekspresikan diri secara positif, mereka pun bisa menjadi inspirasi bagi orang-orang di sekitarnya. Dilema remaja putri inilah yang saya tonjolkan melalui lirik: “Hei Putri, jangan selalu bersedih. Walaupun disalahkan sampai tak ada harga diri. Tegarlah, mengapa kau bimbang? Apa kau pikir kau sudah tak seperti perempuan?”

Oleh karena itu, jika Anda adalah orangtua dari anak remaja, atau jika kamu adalah teman sebayanya, tetaplah berada di sampingnya. Tetaplah saling mendukung hingga nanti, ketika remaja ini menjadi dewasa dan memilih serta memantapkan langkahnya di satu jalan, serta berbahagia karena pilihannya itu. Saya pun demikian adanya. Saya berharap bisa membersamai dan menyemangati remaja di luar sana melalui lagu ini, yang saya gambarkan melalui reffrain yang diulang-ulang. Ya, emosi positif di dalam lagu ini mengambil porsi cukup besar, baik pada lirik maupun arensemen musiknya. Itulah tujuan saya menulis lagu ini.

“Karena kau putri sejati, tak akan berhenti. Kau pun punya mimpi sendiri. Jalan masih panjang terbentang di depan, dengarkan suara hati.”

Satu catatan yang ingin saya tambahkan yaitu meski lagu ini menampilkan tokoh remaja putri, saya yakin storm and stress itu tidak hanya dialami oleh perempuan. Dengan demikian, tidak peduli apakah kamu remaja laki-laki atau perempuan, saya berharap lagu ini bisa tetap beresonansi dengan kalian yang mengalami kegalauan yang sama dengan Putri.

Citra Ayi Safitri. Pencipta lagu, seorang ibu, psikolog, serta pemain musik dan kata.

Album “Gerombolan Masa Kini” Release di Platform Streaming

Awal juni ini, album kedua Rannisakustik and Friends sudah release di platform streaming. Album yang direkam pada 2016 ini sebenarnya sudah diluncurkan dan sudah tertanam di blog ini dan bisa didownload sejak 2017. Namun, memang baru tahun ini RaF mengusahakan untuk bisa masuk ke platform streaming.

Album kedua bertajuk “Gerombolan Masa Kini” ini pada versi record yang ada di weblog ini terdiri dari 10 lagu, Namun karena ada pencipta lagu yang tidak mengijinkan lagunya disebarkan melalui platform streaming berbayar, maka album GMK versi streaming hanya memuat 7 lagu.

Sedikit berbeda dengan album pertama yang lebih padat karya baik dari segi jumlah lagu, jumlah pencipta lagu dan musisi yang terlibat, album kedua ini hanya melibatkan beberapa kawan yang solid bersama Rannisakustik selama perjalanan pasca album “Bertanya Apa Itu Cinta”. Efeknya, secara “atmosfir” suara sudah sedikit lebih solid dibanding album pertama. Namun justru dari sisi tema terasa lebih meluas. Misalnya adanya lagu berjudul “Abu-Abu” yang ditulis Indria Pratiwi dan Taufik Prasetyo. Lagu itu secara harfiah menceritakan peristiwa kebakaran hutan dan protes atas segelintir oknum politik dan pengusaha yang meraih uang dengan membakar hutan. Namun jika diperdalam sebenarnya lagu ini tetap dalam lingkup perjuangan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, mengingat pada setiap peristiwa bencana alam, perempuan dan anak seringkali mengalami penderitaan/kerugian yang lebih.

Ada lagi rasa isu lingkungan dalam album ini yaitu pada lagu berjudul “Mariode” yang ditulis oleh Ramses Surobuldog. Di lagu ini, dikisahkan seorang “mama” atau emak-emak yang berjuang mempertahankan hak pengelolaan tanah adat dari gempuran hak pengusahaan hutan oleh perusahaan dengan alat-alat berat. Mama Mariode ini tetap terus menanam di tanah adat sebagai perlawanannya atas hak warga adat dan sekaligus hak manusia untuk menjaga lingkungan tinggalnya. Meski bernuansa isu lingkungan, tetapi sosok yang diangkat dalam lagu ini adalah seorang perempuan yang tangguh, dan menginspirasi karena ia melawan tidak dengan senjata dan kekerasan, ia melawan dengan cinta kasih pada buminya.

Untuk anda yang lebih suka mendengarkan melalui pemutar musik pribadi, silakan download lagu melalui link di menu kategori, jika Anda lebih suka menggunakan aplikasi dari platform streaming silakan coba tautan berikut :

  1. Amazon.com : https://www.amazon.com/Gerombolan-Masa-Kini-Rannisakustik-Friends/dp/B07RYFQJYS/ref=sr_1_1?keywords=rannisakustik&qid=1560468786&s=dmusic&sr=1-1
  2. Apple Music : https://music.apple.com/id/album/gerombolan-masa-kini/1464145217
  3. Deezer : http://www.deezer.com/album/97374812
  4. Amazon Music : https://music.amazon.com/albums/B07RYFQJYS?ref=dm_sh_08f9-347a-dmcp-009a-0bdd5&musicTerritory=US&marketplaceId=ATVPDKIKX0DER
  5. Souncloud : https://soundcloud.com/rannisakustik-official/sets/gerombolan-masa-kini
  6. Spotify : https://open.spotify.com/album/1TLN6F3WNXCc6puMfgqY1O?si=GeAXVTWtRteg2jqZVF9dBA

Lagu “Tot Namanya”, Kisah Pedih dari Dunia Maya

Tot Namanya adalah judul lagu yang diciptakan oleh Yuga Anggana bersama Rony Sukma, seorang remaja di Gunungkidul. Ia membuat lagu ini berdasarkan fenomena yang terjadi di lingkungannya, di mana ada seorang remaja perempuan yang mengalami kekerasan seksual berawal dari dunia maya. Awalnya, korban berkenalan dengan pelaku melalui social media Facebook. Di dalam perkenalan tersebut, si pelaku rajin memuji korban, ‘kamu cantik ya’, ‘kamu pintar’, dan beragam pujian lainnya. Setelah si korban merasa nyaman dengan pelaku, pelaku-pun melancarkan bujuk rayunya untuk bertemu.

Aku hanya seorang gadis desa yang baru kenal dunia maya
Awalnya iseng belaka kenal seorang pria
Yang slalu muncul di beranda… Tot namanya…

Suatu hari ia mulai menyapa, merayu dan rajin menggoda
Bilang aku cantik dan bilang ku menarik
Akupun terima tawarannya tuk berjumpa

 

Setelah bertemu, ternyata fisik pelaku jauh berbeda dengan apa yang tergambar dalam dunia nyata. Di social media pelaku memasang foto profil dengan sosok yang tampak muda, sedangkan pada kenyataannya si lelaki hampir sama usianya dengan Bapaknya. Korban merasa syok, tetapi dengan manipulasi rayuan seperti ‘Nggak papa, kan kita udah sering ngobrol, udah saling cinta’, membuat si korban gamang, terlebih korban masih berusia remaja. Dalam situasi tersebut, tidak mudah bagi remaja untuk langsung mengambil keputusan yang rasional.  Akhirnya, ketika diajak pergi ke suatu tempat, si korban mau mengikuti pelaku dan terjadilah kekerasan seksual yang bahkan berujung pada kehamilan tidak dikehendaki.

Tibalah saatnya bertemu dengannya
Di sebuah danau sepi tempatnya
Lama bercerita, ia mulai berani
Menyentuh mencium dan nanana

Kini tiga bulan tlah berlalu
Diriku dibuat malu
Ia pergi entah kemana
Meninggalkan aku yang kini berbadan dua

 

Kejadian yang dialami korban disebut kekerasan seksual. Disebut kekerasan seksual karena selain menimbulkan kerugian secara psikis berupa rasa trauma, ia juga merugikan secara seksual, yakni risiko perlukaan di organ reproduksi, penyakit menular seksual, sampai kehamilan tidak dikehendaki.

Salah satu faktor terjadinya kekerasan adalah adanya hubungan yang tidak setara atau timpang. Kekerasan cenderung dilakukan orang yang mempunyai kuasa yang lebih tinggi, kepada orang yang lebih lemah. Di masyarakat kita, laki-laki cenderung ditempatkan di posisi yang lebih tinggi kuasanya disbanding perempuan.  Laki-laki ditempatkan sebagai posisi yang kuat, pemimpin, tegas, serta berani, sedangkan perempuan ditempatkan sebagai pihak yang lemah lembut, penurut, sabar, sehingga ada konstruksi laki-laki di masyarakat cenderung menjadi pelaku, dan sebaliknya perempuan menjadi korban. Oleh sebab itu, kekerasan seperti kekerasan seksual lebih banyak menimpa kaum perempuan.

Dalam kasus korban di lagu ToT, selain korban seorang perempuan, korban juga masih termasuk anak karena berusia di bahwa 18 tahun. Hal ini menimbulkan dobel kerentanan, karena anak belum memiliki pengetahuan yang cukup, kematangan berpikir, serta merespon peristiwa yang terjadi dengan langkah yang tepat.

Saat ini, kekerasan seksual yang diawali dengan interaksi melalui social media semakin meningkat dan beragam jenisnya. Di dalam catatan tahun 2019 Komnas Perempuan, kekerasan yang terjadi lewat ranah internet tercatat juga semakin beragam, Bentuk kekerasan terhadap perempuan dalam bentuk siber diantaranya revenge porn atau penyebaran foto/video pribadi korban yang bertujuan untuk memeras atau mengintimidasi korban (33%), malicious distribution atau menyebarkan konten-konten yang merusak reputasi korban (20%), cyber harassment/bullying/spamming (15%), Impersonation atau pencurian identitas (8%), cyber stalking/tracking atau penguntitan melalui internet (7%), cyber recruitment (4%), sexting atau mengirim kata-kata yang tidak senonoh (3%) dan cyber hacking (6%).

Masih di catatan yang sama, kekerasan berbasis siber meningkat setiap tahunnya. Di sisi lain, layanan kekerasan berbasis siber belum sepenuhnya terbangun dan dapat diakses oleh korban secara mudah, baik mekanisme pelaporannya maupun pendampinganya.

Tren meningkatkan kekerasan seksual berbasis siber perlu diantisipasi, terutama oleh siapapun yang berada di lingkungan anak/remaja. Remaja perlu diedukasi tentang jenis-jenis kekerasan yang rentan mereka alami, serta modus-modus yang mungkin terjadi ketika mereka berselancar di dunia maya. Selain itu yang terpenting, mereka juga perlu sadar terkait bagaimana menjaga data pribadi, agar tidak menjadi celah oleh pelaku.***

Rannisakustik kini tersedia di Spotify

BAIC streamers

Salam,

Kabar gembira dari Rannisakustik. Akhirnya Rannisakustik kini memajang lagunya di berbagai aplikasi streaming dan download. Rannisakustik memang menyatakan diri sebagai sebagai kelompok non profit dan menyebarkan lagu-lagunya secara gratis melalui blog ini dan berbagai cara lainnya. Namun seiring perkembangan waktu, disadari bahwa demi mendapatkan pendengar yang lebih luas Rannisakustik patut mencoba untuk mengikuti arus tren konsumsi musik.

Sejak Maret 2019 ini, Rannisakustik dengan melalaui Folkamartani Publisher telah memajang karyanya di banyak aplikasi global seperti Spotify, Deezer, Apple Music, Google Play Music, AmazonMusic, Pandora, Beatport, Shazam dan banyak lainnya. Di antara aplikasi dan digital music store tersebut memang tidak semua akrab di telinga pendengar Indonesia, bahkah di antaranya ada yang tidak beroperasi di Indonesia seperti misalnya Google Play Music yang bagi pengguna Indonesia masih sekedar berfungsi sebagai music player dan belum bisa sebagai music store.

Selain aplikasi-aplikasi yang mensyaratkan keanggotaan berbayar, atau streaming gratis dan download berbayar, namun Rannisakustik tetap mempertahankan jalur-jalur gratis seperti Soundcloud dan juga download langsung di blog ini. Sebab memang Rannisakustik lebih mengutamakan mencari jalur-jalur untuk memperluas sebaran lagu dan mewujudkan visi sebagai komunitas seni yang tujuan utamanya adalah menyebarkan gagasan dan nilai-nilai kesetaraan gender dan semangat pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Jadi, upaya memasarkan lagu melalui aplikasi music store ini lebih sebagai cara untuk mendapatkan publisitas lagu yang semakin luas.

Rannisakustik juga tetap mempertahankan lisensi creative common yang membolehkan siapa saja untuk memainkan kembali, memodifikasi dan membuat karya turunan dari lagu-lagu tersebut.

Untuk saat ini, baru album pertama (Bertanya Apa Itu Cinta) yang sudah tayang di Spotify dan lain-lain. Sementara materi album “Gerombolan Masa Kini” masih dalam proses. Semoga semua upaya ini menemukan hasil yang indah. Salam.

Sudah punya aplikasi streamer kesukaan? Klik link berikut ini untuk menuju ke album kami :

1. Apple Music : https://music.apple.com/id/album/bertanya-apa-itu-cinta/1456731083

2. Deezer : http://www.deezer.com/album/91472382

3. Soundcloud : https://soundcloud.com/rannisakustik-official/sets/bertanya-apa-itu-cinta-rannisakustik-and-friends

4. Spotify : http://spotify:album:28k55ZqpAvVtfy6CrsRTJt

Workshop Cipta Lagu Rannisakustik 2018

Workshop 2018

Dimulai sejak 2008, Rannisakustik telah mempercayai musik (lagu) dan bentuk seni lainnya sebagai suatu media dalam menyebarkan gagasan kesetaraan gender dan semangat penghapusan kekerasan terhadap perempuan. Dalam proses berkarya, karena mengusung suatu gagasan yang di dalam kompleksitas masyarakat kita masih dirasa kurang dalam kesadaran kesetaraan gender, cara yang dipakai adalah melalui workshop.
Di dalam workshop, gagasan dan ide-ide dibicarakan, didiskusikan dan ditimbang sehingga meminimalisir bias-bias yang sangat mungkin muncul. Dari pola berkarya ini, Rannisakustik telah menghasilkan puluhan lagu yang diantaranya sudah direkam dalam format mp3 dan akan segera dirilis secara digital.
Tahun ini, tepatnya pertengahan tahun ini, kami akan kembali melakukan proses workshop cipta lagu. Dan kami sangat terbuka bagi kawan-kawan di luar lingkar Rannisakustik untuk bergabung dan belajar serta berkarya bersama. Tidak masalah jika Anda seoarng musisi yang memiliki kelompok/kolektif sendiri, karena karya Anda tidak akan menjadi hak Rannisakustik secara eksklusif, tetapi tetap menjadi hak pencipta lagu.

Segera daftar dan rasakan pengalaman lain dalam proses mencipta lagu dan bermusik.

Hubungi Jali di WhatsApp 0856 2856 610

Jadi Sasaran

Lirik dan lagu: Erlina Rakhmawati & Alexandrie Dolly

Bos tuntut Papa mencapai target laba
Papa kerja lembur sampai nggak bisa tidur
Mata merah Papa marah langsung bentak-bentak Mama

Mama tuntut Kakak mencapai target nilai
Mama terapkan aturan Nggak boleh keluar rumah
Otak payah Kakak marah cubit adik sedang tertawa

Adik marah-marah nangis marah-marah
Ia tendang si Bibi Bibi injak ekorku
Aku lari tunggang langgang, takut jadi sasaran

Miau miau miau
Mi mimiauuu
mi mi mieauua

Aku lari lari ketakutan, takut jadi sasaran

Bos marah Papa
Papa marah Mama
Mama marah Kakak
Kakak marah Adik
Adik marah marah Bibi
Bibi injak ekorku

Aku lari lari ketakutan, nggak akan lewat lagi

Bos nggak kasih libur, juga ancam PHK
Papa makin nggak bisa tidur, tingkahnya jadi ngawur
Mata merah Papa marah, lebih baik aku kabur

Bos marah Papa
Papa marah Mama
Mama marah Kakak
Kakak marah Adik
Adik marah marah Bibi
Bibi injak ekorku

Aku lari lari lari lari nggak akan lewat lagi…

Siswa Berbaris

Lirik dan lagu : Erlina Rakhmawati & Nucky Setyawan

 

Tukwak tukwak tukwak gak
Kiri kiri kiri kiri kiri

Bangun pagi-pagi tak sempat sarapan pagi
Bersiap sambil berlari takut kesiangan lagi

Tukwak tukwak tukwak gak
Kiri kiri kiri kiri kiri

Siaaapp,… Majuuuuu

Setiap hari setiap pagi
Kami berangkat sekolah lagi
Mari bergegas Yuk kawan-kawan
Smoga masa depan penuh arti

Olimpiade pun mendekat
Soal-soal kami lahap
Ujian menyusul cepat
berharap sakit tidak menghambat

Kami takut nilai kami buruk
Tapi kami mengantuk

Setiap hari setiap sore
Bimbingan belajar segera dimulai
Dengan berbekal jembatan keledai
Untuk kami siswa yang tak pandai

[speech] Oke teman-teman, mari kita hapalkan warna-warni pelangi, ikuti saya ya..

Me jiku hibiniu merah jingga kuning hijau biru nila ungu
[crowd]
Me jiku hibiniu merah jingga kuning hijau biru nila ungu
Me jiku hibiniu merah jingga kuning hijau biru nila unyuu

Setiap hari setiap malam
Kami baru sampai rumah
Mainpun susah tidur tak betah
Karna PR tertumpuk parah

Olimpiade pun mendekat
Soal-soal kami lahap
Ujian menyusul cepat
Berharap sakit tidak menghambat

Kami lelah kami kami payah
berharap cuti sekolah
Kalau libur kita tiduuurr…

Setiap hari setiap pagi
Bangun pagi-pagi tak sempat sarapan lagi
Setiap hari setiap sore
Bimbingan belajar selalu dimulai
Setiap hari setiap malam
kami sampai rumah PR pun tertumpuk parah

Setiap hari setiap hari,
setiap hari kita ulangi lagi

Setiap hari setiap pagi
Setiap hari setiap sore
Setiap hari setiap malam
Setuap hari kita ulangi lagi
Setiap hari setiap pagi
Setiap hari setiap sore
Setiap hari setiap malam
Setiap hari kita ulangi lagi

sertydkdb harism, setia[ [agiiid


……………….

Senyuman Kita Tak Akan Terhenti

Lirik dan lagu : Ahmad Jalidu & Haryo Widodo

 

Anakku sayang, anakku sayang
Tumbuhlah tumbuh menjadi manusia
Yang kuat yang tegar penuh kasih sayang

Anakku sayang janganlah takut
Kelak kau akan lahir ke dunia
Hanya berteman ibu tanpa Ayahmu

Anakku sayang jangan bersedih
Bila telunjuk serapah mengarahmu
Seakan hadirmu tanpa kuasa Tuhanmu
Anakku sayang

Anakku sayang mari berjanji
Senyuman kita tak akan terhenti
Saling genggam tangan senantiasa
Hidup baik meraih hari bahagia

Anakku sayang, anakku sayang
Tumbuhlah tumbuh menjadi manusia
Yang kuat yang tegar penuh kasih sayang

Anakku sayang janganlah takut
Kelak kau akan lahir ke dunia
Hanya berteman ibu tanpa Ayahmu

Anakku sayang jangan bersedih
Bila telunjuk serapah mengarahmu
Seakan hadirmu tanpa kuasa Tuhanmu
Anakku sayang

Anakku sayang mari berjanji
Senyuman kita tak akan terhenti
Saling genggam tangan senantiasa
Hidup baik meraih hari bahagia

Anakku janganlah takut
Kelak kau akan lahir ke dunia
Hanya berteman ibu tanpa ayahmu
Anakku sayang tidurlah sayang